Ilustrasi : Stay at home – (design by intermountain healthcare)

Mama, Kami Menyerah!

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.id, CATATANKAKI – Hari ini anakku, sumayyah komplain. Selain sinetron Tulang Ikan Ajaib dan Pohon Emas, katanya siang ini tak ada lagi tontonan layak di televisi untuk anak manis yang sudah sedemikian betenya tinggal di rumah. “Harusnya perbanyak film anak kecil. Jangan infotainment gosip saja,” sungutnya.

Memang sudah seminggu lebih sumayyah rindu sekolah. Kerja PR di rumah serasa di ruang interogasi. Dia juga rindu main di luar rumah. Libur corona katanya nda asik. Pegang gagang pintu, langsung disemprot disinfektan. Selangkah keluar dari pintu, diteriaki. Tangannya malah sudah perih kena handsanitizer.

Ini diperparah karena Indomaret yang cuma beberapa puluh meter dari rumah, jadi zona terlarang. Belum lagi mamanya yang tiba-tiba berubah sikap. Mirip-mirip kompeni Belanda. Penjajah!

Sudahlah, nak. Mari menikmati stay at home ini, kita nurut aja. Jangan dibantah, apalagi dilawan. Sebagai penguasa rumah, ini saatnya ikut apapun titah mamamu. Dapur dan kulkas dalam genggamannya, kita bisa apa.

Kita harus bertahan, jangan keluar rumah. Kita harus memutus mata rantai penyebaran pandemik itu. Mari kita membantu tim medis melawan virus Corona dengan stay at home.

Dan tentang mamamu yang sudah kayak kompeni, sudahlah. Mari terima nasib. Kalo kita banyak cincong lagi, itu artinya kita disemprot disinfektan lagi. Mama, kami menyerah. Ampun. Kami memilih stay at home.

  

Penulis,

Abo Stanley (Jurnalis)

Makassar, 25 Maret 2020

====================

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami