KataKerja.id, DESTINASI – Indonesia memiliki begitu banyak destinasi wisata berupa desa wisata yang tersebar di berbagai wilayah, lengkap dengan keunikannya masing-masing.
Selain keindahan alamnya, berwisata di desa wisata juga memberi Anda kesempatan bagi para wisatawan untuk ikut berbaur dan menyelami kehidupan masyarakat setempat.
Dirangkum KataKerja.id dari laman kemenparekraf, berikut rekomendasi 5 desa wisata di Indonesia yang telah berhasil menyabet berbagai penghargaan untuk ide destinasi liburan Anda nanti:
Desa Pemuteran, Bali
Berbeda dari mayoritas desa wisata lain yang mengusung suasana desa sebagai daya tariknya, Desa Pemuteran Bali justru menjadi destinasi yang populer untuk melakukan aktivitas diving dan snorkeling. Pesona bawah lautnya yang menawan selalu berhasil memikat wisatawan dan membuat mereka ingin kembali lagi. Tak heran jika pada tahun 2018, Lonely Planet memasukkan Desa Pemuteran ke dalam “10 Destinasi Terbaik di Asia”.
Di balik pesona bawah lautnya yang terkenal indah, dulunya desa ini merupakan desa terpencil dan terbengkalai. Desa wisata yang terletak dekat Taman Nasional Bali Barat dan Pulau Menjangan ini memang memiliki potensi bawah laut yang luar biasa sejak dulu, namun masyarakat setempat belum tahu mengenai keseimbangan alam, sehingga praktik pengeboman ikan marak dilakukan.
Kemudian inisiatif membangun desa mulai dihidupkan kembali, hingga akhirnya membuahkan hasil. Kini, Desa Pemuteran telah menjelma menjadi desa wisata memesona dengan daya tarik objek wisata bawah lautnya yang menawan. Masyarakatnya pun sudah tidak lagi menggunakan metode pengeboman ikan dan sekarang justru membudidayakan ikan, terumbu karang, dan ekowisata lokal sebagai mata pencaharian.
Desa Penglipuran, Bali
Pesona Desa Penglipuran di Bali sudah terkenal di kalangan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Desa Penglipuran merupakan desa wisata yang masih menjunjung nilai-nilai luhur nenek moyang. Hal ini bisa dilihat, salah satunya dari gaya arsitektur desa yang masih tradisional. Di desa ini, hampir semuanya dibuat dari bahan baku bambu, mulai dari dapur, gerbang rumah, pintu masuk, furnitur, hingga atapnya juga terbuat dari bambu.
Selain nilai-nilai luhur yang dianutnya, Desa Penglipuran juga terkenal berkat keasrian dan kebersihan desanya yang dijaga dengan baik. Desa Penglipuran sudah mendapatkan banyak penghargaan sebagai desa terbersih, baik dari dalam maupun luar negeri. Sebut saja beberapa penghargaan yang telah diraih oleh desa ini, antara lain Kalpataru, ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award) pada tahun 2017, dan pada tahun 2018 Desa Penglipuran berhasil masuk ke dalam tiga besar desa terbersih di dunia versi majalah travel CN Traveler dari Moskow, Rusia.
Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta
Desa Wisata Nglanggeran mendapatkan penghargaan dari ASEAN Community Based Tourism (CBT) Awards pada Januari 2017. Daya tarik utama dari desa wisata ini tentu saja Gunung Nglanggeran. Saat berada di sini, para wisatawan bisa melihat dengan jelas Yogyakarta dari atas puncak gunung purba ini.
Selain itu, para wisatawan juga dapat menjelajahi wisata alam lainnya seperti Embung Nglanggeran dan Air Terjun Kedung Kandang. Para wisatawan juga bisa berpartisipasi dalam berbagai aktivitas budaya, seperti membuat kerajinan tangan, topeng batik, dan masih banyak lagi.
Di antara banyaknya keistimewaan yang bisa wisatawan dapatkan di Desa Wisata Nglanggeran, keramahtamahan penduduk setempat adalah salah satunya. Penduduk setempat memang terkenal sangat ramah kepada wisatawan.
Desa Pentingsari, Yogyakarta
Berbicara mengenai penghargaan, Desa Wisata Pentingsari baru-baru ini mendapat penghargaan dan apresiasi dari Bupati Sleman terkait dengan sistem ekonomi kerakyatannya. Sejak tahun 2008, Pentingsari menjadi proyek percontohan Desa Wisata Yogyakarta, di mana desa ini menawarkan wisata yang bukan hanya berbasis alam saja, namun juga budaya tradisional, seni, dan kearifan lokal untuk diselami oleh para wisatawan.
Di desa ini para wisatawan bisa belajar membuat wayang suket, menari Jawa, main gamelan, menjalin janur, mencicipi produk olahan lokal dan jalan-jalan di sungai untuk bersantai. Dari desa ini para wisatawan juga bisa dengan mudah mengikuti tur jeep di kawasan Gunung Merapi.
Keempat desa di atas juga berhasil masuk ke dalam 100 Destinasi Wisata Berkelanjutan Terbaik Dunia (The Top 100 Sustainable Destinations in the World) versi Global Green Destinations Days (GGDD) 2019.
Desa Tamansari, Banyuwangi
Tidak jauh dari Kawah Ijen yang terkenal dengan Blue Fire-nya, terletak sebuah desa yang pada tahun 2017 berhasil menyabet penghargaan Desa Wisata Award dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dalam kategori pemanfaatan jejaring bisnis. Desa yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini dinilai telah berhasil mengembangkan sejumlah usaha bertolak dari potensi yang dimilikinya. Sebut saja beberapa usaha yang diberdayakan oleh desa ini di antaranya usaha pertanian madu, transportasi wisata, jasa pemandu wisata, dan beberapa jenis UKM lainnya. Desa Tamansari juga terkenal sebagai penghasil karet, cengkeh, biji kopi, dan coklat, serta susu sapi.