KataKerja.id, CATATANKAKI – Makassar dan Liverpool adalah dua kota yang terpisah jarak ribuan mil. Liverpool sebuah kota di bagian barat laut Inggris dan Makassar sebuah kota di kaki Pulau Sulawesi.
Meski berjauhan, namun sebenarnya ada sebuah tempat di Makassar yang membuat Liverpool hanya berjarak sejengkal dari hati.
Sepenggal kisah tentang rasa ini sebenarnya dimulai dari kota tempat lahirnya The Beatles dan klub sepakbola Liverpool Football Club.
Di kota yang dibangun di kawasan berbukit rendah dengan kawasan Bukit Everton setinggi 70 meter sebagai kawasan tertinggi ini, sebutan kopites (baca: kopayts) berarti kebanggaan. Kopites adalah penamaan bagi mereka yang memberi cinta mereka pada Liverpool FC.
Sebutan Kopites bermula dari The Kop atau The Spion Kop, salah satu tribun di Stadion Anfield (markas Liverpool FC) yang terkenal seantero bumi dengan chant-nya dan lagu kebangsaannya, ‘You’ll Never Walk Alone’.
Nama The Kop sendiri berawal dari penghargaan kepada para prajurit korban Second Boer War yang banyak menewaskan prajurit Inggris dari Kota Liverpool di sebuah bukit bernama Spion Kop di Afrika Selatan.
Sejarahnya, sebutan Kopites disematkan kepada orang-orang keturunan Scandinavia, utamanya para buruh kapal Norwegia yang hilir mudik berlabuh di pelabuhan Liverpool. Mereka sangat khas dan menjadi suporter garis keras saat mendukung sebuah tim sepakbola.
Waktu terus bergerak dan Liverpool FC pun bermetamorfosis menjadi sebuah tim yang kuat dan menarik simpati para penggila bola. Lambat laun, penduduk kota Liverpool ikut larut dan berbondong-bondong mendukung klub sepakbola yang berdiri 3 Juni 1892 itu, seperti yang dilakukan para buruh kapal Norwegia.
Kopites awal mulanya hanya disematkan ke para pendukung Liverpool FC yang merupakan penduduk asli kota Liverpool. Di luar itu, mereka menyebutnya dengan istilah Wools. Sebuah sebutan yang bermakna sindiran. Wools adalah istilah bagi mereka yang hanya mampu mendukung Liverpool FC dari layar kaca dan tak bisa datang langsung ke stadion.
Tapi, adalah waktu yang merubah segalanya. Seiring mendunianya dukungan kepada Liverpool FC, sebutan Kopites akhirnya disematkan juga kepada para pendukung Liverpool di seluruh muka bumi.
Dan di Kota Makassar, di kota berjuluk Kota Daeng, di kota berpenduduk sekitar 1,6 juta jiwa ini, para Kopites pun lahir atas nama cinta. Di sebuah bangunan kecil berukuran sekitar 6×12 meter di Selatan Kota Daeng, kami yang percaya bahwa tak perlu sedarah untuk bersaudara, memilih Kopites sebagai pilihan. Bukan sebagai pecinta Liverpool FC, tapi sebagai penikmat kopi di Kopites, sebuah warung kopi yang tak hanya menawarkan harumnya aroma kopi, tapi juga hangatnya persaudaraan. Salam!
Penulis
Abo Stanley (Jurnalis)
Makassar, 29 November 2019
====================














