KataKerja.id, DESTINASI – Pulau Bulu Poloe di Luwu Timur, Sulawesi Selatan memiliki keindahan alam serupa rindu, yang akan selalu memantik rasa untuk kembali mengunjunginya.
Kata Bulu Poloe diambil dari bahasa Bugis yang berarti gunung yang terpotong atau gunung yang terpisah.
Dikutip dari laman resmi Pemkab Luwu Timur, Selasa 11 Februari 2025, konon nama ‘Bulu Poloe’ berasal dari sejarah Sawerigading.
Sawerigading adalah seorang pangeran atau putra Raja Luwu bernama Batara Lattu. Suatu ketika kapal Sawerigading terdampar di Teluk Bone dan patah menjadi dua bagian. Karena kecelakaan itu, tiang kapal rusak dan menjadi sebuah pulau bernama Bulu Poloe.
Ada juga mitos lain yang berkaitan dengan sejarah Bulu Poloe yang mengatakan bahwa pulau itu berasal dari patahan gunung yang tertimpa pohon Welenreng. Sisa patahan pohon Welenreng akhirnya digunakan untuk membangun kapal-kapal yang digunakan oleh Sawerigading.
Dengan semua mitos yang menyertainya, keunikan dari pulau ini ada pada keindahan alam pegunungan yang menyatu dengan keasrian baharinya, ditambah lagi pasir putihnya yang mengitari pinggiran pulau.
Selain itu, keindahan terumbu karang, ikan berwarna-warni dan biota laut yang beragam sehingga cocok bagi mereka yang suka diving.
Deretan pegunungan yang menyatu dengan atmosfer khas pesisir menjadikan pulau ini sebagai spot untuk liburan, sekaligus tempat yang tepat bagi mereka yang ingin menikmati damainya keheningan.
Saat ini objek wisata Bulu Poloe masih menjadi salah satu alternatif tujuan wisata masyarakat Luwu Timur.
Berkunjung ke objek wisata ini hanya bisa dilalui dengan jalur laut dengan menyewa perahu-perahu milik warga yang berada di Desa Wewangriu, Baruga serta Balantang.
Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam. Biasanya, hari Sabtu dan Minggu, Pulau Bulu Poloe selalu ramai dikunjungi para wisatawan.














