KataKerja.id, CATATANKAKI – Ini Minggu pagi yang harusnya berakhir senang. Langit murung, nonton televisi, bermalas-malasan sepuasnya, mandi sore dan menutupnya dengan ngopi bersama sahabat.
Tapi kabar duka bikin senang hanya sebatas rencana. Media sosial riuh tentang kabar meninggalnya Kak Anno. Sosok kakak yang baik bagi begitu banyak adik-adiknya. Hari ini ribuan doa membumbung ke langit menyertainya ke rumah tuhan.
Tak perlu berjas almamater merah untuk kenal dengan sosoknya yang bersahaja. Dia begitu menikmati jalan hidup yang dipilihnya. Dia seperti air, mengalir pelan, tanpa riak, bikin nyaman di mata dan di hati bagi yang melihatnya. Kelas sendal jepit. Asli selow. Mimpinya sederhana, bikin orang senang.
Ada banyak cerita bersamanya. Salah satunya saat saya dan beberapa teman pulang dari menikmati malam pergantian tahun di puncak Gunung Latimojong di awal tahun 2000-an. Waktu itu kami begitu rindu makanan rumah. Dihantam badai dan diguyur hujan berhari-hari bikin kami memutuskan memilah dan memilih rumah makan gratis di jalur pulang. Dan have no choice, nama Kak Anno jadi pilihan utama.
Kami menelpon dan dia langsung mengiyakan. Kami janjian ketemu. Kami singgah di Sidrap sambil memanggul kerel, sepatu penuh lumpur dan bau tanah di sekujur tubuh. Dan hari itu Kak Anno lagi-lagi membuktikan dirinya sebagai kakak yang paling keren. Kami makan serakus-rakusnya dan pulang ke Makassar dengan perut sekenyang-kenyangnya. Sekadar info, saat itu Kak Anno membawa kami ke rumah salah satu keluarganya yang lagi pesta kawinan. Sempurna.
Akh…. Tuhan sudah mengatur segalanya. Saat ini pilihannya memang hanya mengirim doa yang banyak untuk ta’ dan mengikhlaskan kepergian ta’. Tak akan ada titik untuk segala kisah bersamamu. Selamat jalan senior, tenang dan senanglah di sana. Alfatihah.
Penulis
Abo Stanley (Jurnalis)
Makassar, 5 Januari 2020
====================














