Zakir Sabara - (foto by facebook)

Dia adalah Zakir Sabara

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.id, CATATANKAKI – Ini sudah masuk Sabtu karena sudah pukul 00.51 Wita dan dia belum juga beristirahat. Dia malah mengirim pesan via WhatsApp ke saya,

Tabe, Insya Allah Sabtu, 18 Maret 2020 Pukul 11.00 Wita, Fakultas Teknologi Industri UMI Makassar Bekerjasama Grab Makassar akan melepas pengiriman bantuan sembako kepada Cleaning Service, Satpam, Karyawan, Dosen dan Keluarga Tim Relawan Mahasiswa. 150 paket bantuan tersebut memanfaatkan fitur baru “Grab Express Car Nalangin” dalam rangka mendukung himbauan pemerintah untuk physical distancing dan social distancing untuk mencegah penyebaran covid-19.

Jumat malam tadi, beberapa menit sebelum shalat Isya, dia dan belasan mahasiswanya mendatangi kami di posko Jurnalis Peduli Kemanusiaan di jalan Toddopuli 7 Makassar. Sekitar 4 orang berboncengan motor, selebihnya datang dengan dua mobil berlogo sama, FTI UMI.

Tanpa basa-basi yang memang style dia banget, kami diusir keluar, dari posko kami!! “Kalo nda mau kluar, langsung mi semprot saja,” perintahnya ke para mahasiswanya.

Selain dia, semua pasukannya mengunakan pakaian hazmat berwarna abu-abu, face shield, kaos tangan latex dan sepatu boot. Beberapa diantaranya memanggul tabung penyemprot disinfektan. Cairannya bau seperti cuka. Menyengat.

Have no choice, kami pasrah. Tak butuh waktu lama, ruangan lantai 1 dan 2 di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar yang kami jadikan posko pun berubah bau.

Sementara pasukannya menyemprot, dia ‘mengomeli’ kami. Materi omelannya tetap. Masih sama dengan omelan yang saya dengar dua pekan lalu di salah satu warung kopi. “Jangan sai ki’ pandang enteng ini penyakit. Aslinya mi ini virus. Kalo baik imun ta’, keluarga ta’ lagi dia sasar. Dan kita yang berpotensi jadi carriernya (pembawa virus, red).”

Omelan berikutnya juga tetap sama. Masih tentang pentingnya pakai masker, physical distancing, social distancing, jaga kesehatan, tetap siaga dan saling jaga.

Sejak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) merebak di Makassar, dia memang lagi-lagi memilih berada di garis depan. Bersama para mahasiswanya, dia sudah menyemprot ratusan tempat, membagikan ratusan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para petugas medis dan mengetok ratusan pintu kamar kos para mahasiswa untuk mengantar bantuan sembako.

Saya yakin dia bukan Superman. Pertama, karena celana dalamnya masih di dalam, kedua, karena saya mengenalnya sejak jaman kami masih berstatus mahasiswa. Dia bukan superhero tapi sumpah, dia lebih keren dari siapapun di Tim Avengers.

Dia orang baik. Dia percaya jika peduli sesama itu sebuah kewajiban. Dan dia orang biasa yang selalu berbuat luar biasa. Dia adalah Zakir Sabara, dekan di Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Sebelum pergi, dia sempat berbagi kisah. “11 hari ma’ nginap di kampus. Jangan ki’ pandang enteng kodong ini corona. Jaga diri ta’, jaga keluarga ta’.”

Penulis,

Abo Stanley (Jurnalis)

Makassar, 18 April 2020

 

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami