Indahnya persawahan di Bali - (foto by Kintamani.id)

Warisan Dunia Itu Bernama ‘Subak’

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.id, DESTINASI – Tak salah kiranya bila ada yang menggambarkan Bali sebagai kepingan surga yang jatuh ke bumi. Keindahan alamnya membuat setiap mata yang menyaksikannya seolah terhipnotis. Salah satu keindahan alam Pulau Dewata yang membuat takjub yakni keindahan ribuan hektar sawahnya yang hijau, subur dan teratur rapi.

Bali diberkati dengan 150 sungai dan aliran yang menyediakan air sepanjang tahun untuk mengairi pokok yang paling penting ini. Meskipun demikian, irigasi sawah tidak akan berhasil tanpa andil manusia.

Uniknya, sistem irigasi di Bali bukan atas perintah raja, tetapi pengelolaannya lebih banyak di tangan penduduk desa melalui koperasi desa, yang disebut Subak. Karena petani bergantung pada keberhasilan irigasi ladang, Subak membentuk ikatan yang tidak terpisahkan yang menyatukan ke dalam satu sistem tunggal. Dirilis KataKerja.id dari laman resmi Kemenparekraf, sistem unik ini telah diturunkan dari generasi ke generasi selama lebih dari seribu tahun, yang hasilnya mengundang decak kagum berupa sawah bertingkat nan indah.

Menggabungkan nilai-nilai tradisional yang sakral dan sistem yang sangat terorganisir, Subak, budaya pertanian padi di Bali adalah manifestasi dari doktrin kosmologis, Tri Hita Karana. Ini adalah cerminan nyata dari gagasan dan kepercayaan Bali asli yang pada dasarnya berakar dalam konsep ini, yaitu kesadaran bahwa manusia harus selalu menjaga hubungan yang harmonis antara Manusia dan Tuhan, Manusia dan sesama manusia, dan antara Manusia dan Alam dalam keseharian seseorang.

Subak juga secara langsung menunjukkan kemampuan orang Bali untuk membuat doktrin kosmologis mereka yang unik menjadi kenyataan, dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari mereka melalui perencanaan tata ruang dan penggunaan lahan (lanskap budaya), pengaturan pemukiman, arsitektur, upacara dan ritual, seni, serta organisasi sosial. Implementasi konsep tersebut itu pun menghasilkan lanskap budaya yang indah. Untuk alasan itu, UNESCO pun telah menetapkan Subak sebagai Warisan Dunia di St. Petersburg, Rusia pada tanggal 20 Juni 2012.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami