Pendakian di Carstenz Pyramid – (foto by travellinkindonesia)

7 Safety Code Wisata Petualangan di Indonesia

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KataKerja.id, DESTINASI – Wisata petualangan adalah salah satu potensi pariwisata di Indonesia. Tercatat ada lebih 100  destinasi wisata petualangan di Indonesia dengan potensi yang sangat besar. Diantaranya ; Puncak Cartenz Pyramid, Sungai Citarik, Gua Jomblang, Gua Salukan Kallang di Maros, Sulawesi Selatan serta lokasi wisata Paralayang Puncak dengan sejuta pesonanya. Beberapa destinasi bahkan telah didatangi lebih dari 100 ribu wisatawan setiap tahunnya.

Serunya arung jeram di Sungai Citarik – (foto by flickr)

Wisata petualangan memiliki keunggulan karena merupakan pengembangan dan penggabungan beberapa daya tarik wisata, yaitu: petualangan, kuliner, budaya, sejarah, alam, religi, desa dan olah raga. Dengan mendatangi destinasi wisata petualangan, wisatawan bisa merasakan sensasi alam liar, kuliner dan budaya, serta hidup sehat dengan aktifitas luar ruang yang menguras keringat dalam satu kali perjalanan.

United Nations World Tourism Organization (UNWTO) menyatakan, “Wisata Petualangan adalah salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di sektor pariwisata, menarik pelanggan bernilai tinggi, mendukung ekonomi lokal dan mendorong praktik berkelanjutan.”

Hal ini membuktikan bahwa wisata petualangan merupakan industri pariwisata dimana bagian dari porsi ekonominya dapat dinikmati oleh masyarakat setempat, dan merupakan industri yang mendorong praktek berkelanjutan.

Penelusuran di Gua Jomblang – (foto by xplore)

Di balik potensi yang besar, terdapat tantangan ke depan yang harus diperhatikan semua pihak. Layaknya destinasi wisata lainnya, dibutuhkan pengalaman berpetualang yang nyaman, dan menyenangkan; baik penduduk setempat maupun pendatang.

Hal tersebut tentunya bisa dicapai dengan adanya Pedoman Safety Code Wisata Petualangan. Dirilis KataKerja.id dari situs resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), pada dasarnya, Pedoman Safety Code Wisata Petualangan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pelaku usaha wisata petualangan dan para stakeholder pariwisata petualangan yang terkait.

Terbang dengan paralayang – (foto by paralayangpuncak)

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Pariwisata, Rizky Handayani menjelaskan, Pedoman Safety Code Wisata Petualangan ini disusun sebagai acuan bagi pihak-pihak terkait, terutama pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat dalam mengembangkan destinasi wisata petualangan. Berikut 7 Safety Code Wisata Petualangan :

 

Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku yang dibutuhkan wisata petualangan.

  • Operator Wisata petualangan menggunakan SDM yang memiliki sertifikat kompetensi sesuai dengan pekerjaannya.
  • Pemandu Wisata Petualangan memiliki sertifikat kompetensi yang sesuai dan memiliki perilaku yang mengutamakan keamanan dan keselamatan selama melakukan kegiatan wisata petualangan.
  • Tersedia tenaga penyelamat yang kompeten di area wisata petualangan.

 

Fisik

Energi dan kebugaran fisik yang terjaga untuk melakukan wisata petualangan.

  • Pekerja lapangan wisata petualangan memiliki kekuatan fisik yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan.
  • Wisatawan yang ikut serta dalam kegiatan wisata petualangan memiliki kondisi fisik yang sesuai dengan yang diisyaratkan, termasuk tidak dalam keadaan hamil, memiliki penyakit yang dilarang, serta dalam pengaruh alkohol atau narkotika.

 

Lokasi

Lokasi wisata petualangan yang dipahami sesuai dengan adanya perubahan akibat cuaca.

  • Operator wisata petualangan menggunakan lokasi wisata petualangan yang telah dikenali dan dipelajari, termasuk mengenali dan mengantisipasi terhadap adanya perubahan cuaca.
  • Operator wisata mengenali dan mempelajari akses menuju lokasi serta jalan keluar yang dapat dilalui jika terjadi kondisi darurat.

 

Sarana dan Prasarana

Alat, sarana dan prasarana yang berkualitas dan memenuhi standar.

  • Operator wisata petualangan menggunakan peralatan, sarana dan prasarana yang memenuhi standar.
  • Operator wisata petualangan menerima wisatawan sesuai dengan kapasitas peralatan dan perlengkapan yang dimiliki.
  • Pemandu dan penyelamat wisata petualangan menggunakan peralatan dan perlengkapan yang sesuai dengan standar dan dalam keadaan laik pakai.
  • Operator wisata petualangan menyediakan peralatan dan perlengkapan untuk penyelamatan.

 

Tata Kelola

Manajemen wisata petualangan yang terencana dengan matang.

  • Produk atau program wisata petualangan direncanakan dengan matang dengan tujuan keamanan, keselamatan dan kenyamanan wisatawan.
  • Manajemen wisata petualangan memiliki perencanaan manajemen resiko untuk mengantisipasi bahaya yang mungkin terjadi.

 

Alam

Alam yang dijaga dan dilestarikan.

  • Penyelenggaraan wisata petualangan tidak meninggalkan limbah di lokasi wisata petualangan.
  • Penyelenggaraan wisata petualangan mengedukasi pekerja dan wisatawan agar ikut serta dalam upaya pelestarian alam.

 

S.O.P

Terapkan standar operasional prosedur yang berlaku lokal dan global.

Bagikan Ke
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Topik Terkait

#Trending

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami